Candu, Canda, Cinta

Berawal dari sepenggal canda tidak sengaja. 
Sekali jadi dua kali.
Dua kali jadi tiga kali. 
Sampai akhirnya jadi berkali-kali, 
bahkan berhari-hari. 
Tiada hari tanpa canda, 
tiada hari tanpa tawa. 
Dari yang awalnya tidak sengaja, 
sampai jadi candu pada akhirnya. 
Terbawa suasana hingga terlena. 
Lupa waktu, lupa hulu. 
Lupa tepian, lupa daratan padahal tak bisa berenang. 
Hingga berakhir tenggelam dan tersadar. 
Sadar jika semua hanyalah canda. 
Dan canda harusnya dibalas dengan tawa bukan cinta. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seperti Bintang

Bulan, Matahari, dan Aku

Hukum Tentang Kenangan